ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Mendaki Gunung Batur

Ini merupakan pengalaman pertama saya dalam hal mendaki gunung, saya iseng ikutan mendaki bersama teman kakak saya. Sekalian mau merayakan ultah teman kakak saya dan juga merayakan kelulusan saya. Banyak hal yang harus disiapkan selain stamina dan bekal. Bekal adalah hal utama, >>> berangkat menuju ke Mini Market.
Hal utama yang harus dibawa adalah air mineral yang cukup (karena di puncak gunung gak ada air), mie instan secukupnya, sosis (merk dirahasiakan..hehee), roti, nata de coco (katanya bagus di campur dengan air mineral), coklat (mengandung banyak protein), jangan terlalu banyak belanja ntar gak muat di tas

plus tas jadi berat. Catatan : dilarang membawa makanan yang mengandung daging sapi
Pakaian, Jaket, Baju tebal, Kaos kaki 3 pasang (pada saat dipuncak kaki yang biasanya kedinginan waktu tidur).
Kami mulai mendaki sekitar pukul 10 malam, perkiraan sampai puncak jam 12 malam lewat dikit. Rute yang kami tempuh adalah full menanjak, katanya sih rute tercepat (rute yang baru dicoba). Eh, iya, saat mendaki kita tidak boleh mengatakan kata capek, lelah dan sebagainya. Biasanya kita menggunakan suatu kode khusus untuk istirahat. Suasana hutan gelap gulita dan hanya diterangi senter kecil untuk menerangi jalan. Kami mendirikan tenda di puncak gunung batur, disana kami memasak makan malam mie instan. Pada saat bangun, beberapa puluh menit sebelum matahari terbit, suara orang" lewat semakin banyak. Ternyata sudah ada puluhan orang disebelah tenda kami saat kami bangun. Banyak orang baru mendaki pagi" untuk menyaksikan matahari terbit. Berikut ini saya akan share foto" saat dipuncak Gunung Batur. Hasilnya kurang bagus karena menggunakan hape N7610 kesayangan saya.
Ada Sang Saka Merah Putih,, Hormat Grak....


 
Disana juga ternyata ada monyet lho..... tapi gak nakal koq.,, asal kita tidak menganggu...



  Matahari terbit dari puncak Gunung Batur.,,, Keerrrrrrreeeeeeeeeenn.......

Semoga bisa lanjut ikutan mendaki lagi...heheheeheee

Catatan : Ada tiga hal yang harus kita lakukan sebagai pendaki yaitu, jangan mengambil kecuali foto, jangan tinggalkan kecuali jejak, dan jangan membunuh kecuali membunuh waktu.,,

Gowes-Gowes di Persawahan Ubud

Sudah lama saya tidak nulis di blog, ini dikarenakan kesibukkan saya menyusun TA (Tugas Akhir) sebagai syarat lulus D3. Saya kira membuat TA itu mudah ternyata sulit sekali (ditambah saya yang pemalas) kebiasaan mengulur-ngulur waktu membuat saya sampai keteteran dalam membuat laporan, saya terlalu fokus dengan pembuatan program ^_^
Dengan SKS (Sistem Kebut Sehari) yang terus menerus tiap hari, malam jadi siang dan siang jadi malam buat saya. Dengan berbekal tekad dan semangat akhirnya TA saya selesai. Saya sidang TA pada tanggal 24 Agustus 2010, Pukul 13.00 WITA.

Pada sidang keluarga dan orang-orang terdekat saya telpon untuk menenangkan hati.,,(grogi critanya...hee). Dan akhirnya pengumuman pun keluar dan saya LULUS dengan nilai A, sungguh terbayarkan begadang dan usaha saya selama ini. Thank's for GOD, family, and friends.,,
Saya dan teman" punya janji kalau lulus kita semua akan gowes ke daerah Ubud untuk refreshing. Disana ada dua teman kami yang menjadi tuan rumah pelaksanaan acara ini. Kami cukup lama berkeliling mencari panggakalan untuk menyewa sepeda.
Acara gowes ini cukup menyenangkan buat saya yang tidak terlalu suka olahraga dan sepeda. Males olahraga, dan benci sepeda karena sepeda sering bikin macet di jalanan, Sepeda=Kakul=Biang Macet.
Ada satu yang menarik perhatian dari pemandangan di daerah persawahan yang kami kunjungi. Di atas sebuah sawah ada sebuah tulisan NOT FOR SALE, spontan kami tertarik untuk mendekati dan berfoto disana.
Tunggu acara gowes berikutnya 3:) To Be Continued....

Top